Langsung ke konten utama

Duya ti ko



"Dunya ti ko" atau "duya ti ko", secara sederhana dalam bahasa Indonesia "Inilah dunia". Sebuah ungkapan anak-anak kampung yang sederhana namun sarat makna.


Inilah dunia. Bagaimana dunia? Sederhananya dunia adalah tempat manusia diuji. Jadi wajar saja kalau terkadang musibah menimpa kita. Dan ungkapan ini sangat cocok: "dunya ti ko". Mengingatkan kita akan dunia. Menjadikan kita bisa lebih sabar m3nghadapi cobaan.

Tapi cobaan bukanlah hanya musibah. Banyak hal yang kerap menggoyangkan iman. Sejak pagi hari di waktu subuh kita mulai dicoba. "Gaya gravitasi terasa lebih berat di atas dipan pagi hari", kira-kira begitulah yang terjadi.

Dan saat kita telah melangkah di atas bumi, masih saja dicoba dengan mata kita. Cobaan yang berat. Telah diceritakan dalam Al-Quran Surat Yusuf, cerita tentang Nabi Yusuf Alaihissalam bahwa cobaan wanita itu besar.
(فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ)
[Surat Yusuf ayat 28]

Dan lagi banyak cobaan-cobaan lainnya yang menimpa anak-anak Adam Alaihissalam sehingga tak jarang juga yang terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Dan cobaan terbesar adalah saat maksiat itu sendiri tidak lagi terasa sebagai maksiat. Hilang rasa bersalah sehingga hilang pulalah rasa ingin bertaubat. Inilah yang ditakutkan. Allah SWT mengunci hati mereka sebagaimana dalam Al-Quran: (خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ)
[Surat Al-Baqarah ayat 7]

Kita berlindung kepada Allah dari hal ini.

Dan kembali ingat "dunya ti ko". Washalatu Wassalamu Ala Rasulillah
Wa Billahit Taufiq
Wallahu A'lam

#tinkap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimana sih caranya manajemen kerja multitasking?

Wah, kalo udah ngobrolin multitasking pasti pikirannya ribet. Otak manusia memang ga dirancang untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Tapi sebagai seorang pegawai sering banget ga sih dapet tugas lebih dari satu? Kalo atasan kamu ngasih kamu beberapa pekerjaan sekaligus, berarti dia percaya sama kamu dan yakin kamu bisa handle pekerjaan tersebut sekaligus. Kecuali kalo udah kebablasan banget yaa. Dikasi pekerjaan prioritas semua nggak bener juga siih. Sebenernya banyak banget niih tools yang bisa dipake biar kerjaanmu yang multitasking itu bisa kelar dan rapi. Kuncinya adalah bagaimana kamu mengelola. Misalnya niih kamu di Kemitraan. Ga mungkin kan kamu cuma ngelola data satu kemitraan aja. Kamu perlu mengelola seluruh data mitra yang sebenarnya itu jenisnya sama aja. Misalnya, seluruh mitra pasti punya: Nama Mitra, nama owner, lokasi, email, dan nomor telepon. Nah, buat awal kamu bikin dulu aja tabelnya. Misalnya gini: Kenapa sih harus ribet bikin tabel beginian? Kaga ribet c...

Tetaplah Menjadi Dirimu

Jangan biarkan kebaikanmu mengubahmu. Jangan karena hatimu sanggup menerima sikap yang tidak pantas lantas menganggapnya sebagai hal yang wajar. Hatimu yang lapang, jiwa mereka yang tercemar. Biarlah hatimu tetap lapang di tengah hiruk pikuk yang sesak. Biarlah dunia hiruk pikuk sesak, tapi hatimu lapang. Dilapangkan oleh Allah. Inilah bentuk rezeki yang Allah kasih. Maka terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu bersyukur.

Sebagai Pelajar

Hola pelajar Indonesia.. Kita adalah pelajar, yang menjadi harapan. Tidakkah kita punya impian? Negeri ini adalah negeri yang sebenarnya kaya. Negeri yang berpotensi besar. Berpotensi baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Namun janganlah berbangga saudara-saudaraku, kita ini miskin, bodoh, dan lemah. Kini adalah saatnya saat kita kembali bangkit, kembali me-Revolusi Indonesia. Indonesia, negeri yang katanya subur, katanya, katanya, dan katanya. Kata siapa? Benar tongkat jadi tanaman, toh ternyata singkong. Bukan bermaksud menganggap singkong itu rendah, tapi apakah negeri ini akan bangkit hanya dengan singkong? Sulit sekali saudaraku. Kita sebagai pelajar tak boleh begitu bodohnya dijadikan bangga karena singkong, negeri ini butuh lebih dari sekedar singkong. Negeri ini butuh banyak pejuang. Butuh banyak pelajar. Kelak kita akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Pemimpin sekarang sepertinya masih belum bisa memimpin bangsa yang besar ini, maka tugas kitalah yan...