Mau hidup tenang seperti apa sih? Apakah santai-santai. Hidup memang ga bakal pernah tenang. Sepanjang hidup itu perjuangan. Hidup itu ibadah di tengah-tengah meriahnya permainan dunia.
Mau tenang, santai-santai? Enak banget. Apalagi kaki masih kuat berjalan puluhan kilo meter. Otak masih bisa berpikir menyelesaikan persamaan integral berlapis.
Nabi muhammad aja tiap hari gelisah. Tiap hari dia berdoa Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan...
He is not die for our savior. Dia berjuang untuk dirinya sendiri, untuk keluarga, dan untum ummatnya. Matinyapun masih khawatir. Khawatir dengan kondisi ummatnya.
Nabi Muhammad shalat duha. Membaca surat yang diturunkan Allah untuk menghiburnya. "Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu". Hampir setiap hari dia mengulang surat cinta tersebut.
Makanya orang hebat itu bukan orang yang hebat dunianya atau banyak ibadahnya ... saja. Tapi orang yang tetap bisa mengusahakan dunia di tengah-tengah ibadah. Terima beratnya usaha, penerimaan yang baik. Lalu jalankan ibadah selayaknya ia harus dijalankan.
Generasi yang kuat akan menghasilkan zaman yang mudah. Zaman yang mudah akan menghasilkan orang yang lemah. Orang yang lemah akan menghasilkan zaman yang sulit. Zaman yang sulit akan menghasilkan generasi yang kuat.
Saya lahir dari orangtua yang berhasil sebagai guru. Barangkali mereka memberikan masa yang mudah. Tidak ingin anak-anaknya merasa susah. Tapi aku menolak lemah.
Komentar
Posting Komentar